Langsung ke konten utama

Postingan

Entri yang Diunggulkan

10 Surga Kopi di Indonesia yang Terkenal di Dunia

14632 acehonline.info Siapa yang suka minum kopi? Adakah satu jenis kopi yang menjadi favoritmu karena rasanya yang enak? Pernahkah kamu penasaran dengan asal muasal bubuk kopi yang kamu nikmati? Ternyata, banyak juga kopi-kopi ternama di dunia yang bahan baku dan proses produksinya ada di Indonesia lho. Bagi kamu yang pecinta kopi sejati pasti mengenal betul kopi Indonesia apa saja yang terkenal sampai ke mancanegara. Tak hanya menanam dan mengolah saja, kamu bahkan bisa menikmati langsung secangkir kopi di dekat perkebunanya yang indah dan luas. 1 Kopi Arabika Gayo ahlikopilampung.com Produksi kopi di Aceh memang sudah sangat terkenal, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Konon katanya, daerah tersebut memiliki lahan produksi terbesar se-Asia. Total luas lahannya lebih dari 95 ribu hektar dengan produksi rata-rata kopi per-tahun mencapai 750 kg. Wah, banyak sekali ya. Pantas saja kopi arabika gayo ini tersohor hingga Eropa dan Amerika. ...
Postingan terbaru

Langkah Kopi [5] : Menggiling Biji Kopi

Setelah proses  roasting, grinding  adalah hal penting yang harus diperhatikan. Terutama  grinder  yang kamu gunakan. Masalahnya, dari grinder kamu bisa menentukan grind size sesuai dengan metode kopi yang kamu gunakan. Masing-masing ukuran bubuk kopi memiliki pasangannya sendiri dengan metode penyeduhan. Misalnya,  fine grind  dengan aeropress atau espresso. Sebetulnya, sah-sah saja jika kamu mau bebas. Artinya tidak terpatok pada anjuran, tapi ini disarankan agar kopi yang kamu buat menghasilkan rasa yang maksimal. Jadi, Kopling akan membahas kaitannya ukuran bubuk kopi dengan metode penyeduhan. 1.  waktu ekstrasi Ukuran hasil giling kasar membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan ekstrasi yang optimal. Sedangkan hasil giling halus, tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan rasa yang optimal. Pada umumnya, waktu yang dibutuhkan untuk hasil giling kasar selama 4-8 menit, sedangkan hasil giling halus waktunya lebih singkat sekitar ...

Langkah Kopi [4] : Proses Sangrai (Roasting)

Buah kopi yang telah dipanen masih membutuhkan proses yang sangat panjang sebelum menjadi secangkir minuman yang dapat kita nikmati.  Buah kopi yang berwarna merah (cerry) diproses menjadi gabah (HS), lalu gabah menjadi beras ( green bean ) dan proses selanjutnya kopi beras ( green bean ) di sangrai ( roasting ) menjadi  roast been , barulah kemudian ditumbuk atau digiling atau dibubukkan ( gre e nder ) sampai menjadi bubuk kopi yang siap melalui proses selanjutnya yaitu siap  diseduh dan dinikmati. Kurang lebih proses yang harus di lalui seperti berikut:     Proses  Roasting Biji kopi yang sudah dicuci dan belum disangrai ( roasting ) teksturnya lunak dan   memiliki kandungan acid, protein, gula, serta kafein yang lebih tinggi dibandingkan dengan biji kopi yang sudah disangrai ( roasting ). Ketika kopi masih dalam bentuk beras ( green bean ), dapat dipastikan biji kopi tersebut hanya memiliki sedikit rasa atau bahkan tidak ada rasa, namun...

Langkah Kopi [3]: Proses Pengolahan Kopi

Buat mereka yang kerap datang ke kafe dan sering mencoba berbagai teknik penyeduhan kopi, pasti sudah tahu bahwa setiap jenis alat seduh bisa menghasilkan citarasa yang berbeda pada tiap jenis kopi. Misalnya kopi yang sama diseduh dengan alat plunger atau french press, seduh tuang V60, dan Chemex akan menghasilkan citarasa yang berbeda. Seduhan dengan plunger akan memiliki bodi yang lebih, dibandingkan seduhan V60 dan Chemex. Namun seduhan V60 memiliki karakter keasaman yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan plunger dan Chemex. Sedangkan Chemex mampu meningkatkan derajat kemanisan seduhan kopi. Tahukah Anda bahwa citarasa kopi bukan saja dibentuk pada saat penyeduhan, tetapi juga sangat banyak dipengaruhi oleh teknik sangrai dan proses pengolahan setelah panen. Jadi bukan seorang peracik kopi atau barista saja yang bisa membuat citarasa kopi itu bermacam-macam. Para petani kopi yang umumnya juga yang mengolah buah kopi sampai menjadi kopi beras, justru juga sangat berpengaruh...

Langkah Kopi [2]: Pengolahan Pascapanen Kopi

PENGOLAHAN BIJI KOPI PRIMER A. Proses Panen Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah. Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda, berwarna kuning ketika setengah masak dan berwarna merah saat masak penuh dan menjadi kehitam-hitaman setelah masak penuh terlampaui (over ripe).  Buah kopi yang masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi. B. Proses Sortasi Buah kopi masak hasil panen disortasi secara teliti untuk memisahkan buah yang superior (masak, bernas dan seragam) dari buah inferior (cacat, hitam, pecah, berlubang dan terserang hama/penyakit) Kotoran seperti daun, ranting, tanah dan kerikil harus dibuang karena ...

Langkah Kopi [1]: Memanen Buah Kopi

Tanaman kopi sudah mulai berbuah pada umur 2,5-3 tahun untuk robusta dan 3-4 tahun untuk arabika. Namun buah kopi pertama biasanya hanya sedikit. Produktivitasnya mulai naik maksimal setelah berumur 5 tahun ke atas. Jenis arabika dan robusta berbuah secara musiman. Robusta memerlukan waktu 8-11 bulan dari mulai kuncup hingga matang. Sedangkan arabika memerlukan waktu 6-8 bulan. Jenis kopi lain seperti liberika bisa berbuah sepanjang tahun. Tingkat kematangan buah kopi tidak terjadi secara serentak. Sehingga proses pemanenan memerlukan waktu yang lama. Musim panen kopi di Indonesia biasanya dimulai pada bulan Mei/Juni dan berakhir sekitar Agustus/September. Periode panen raya berlangsung 4-5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah kopi bisa setiap 10-14 hari sekali. Buah Kopi Siap Panen Ciri-ciri buah kopi yang telah matang bisa dilihat dari warna kulitnya. Buah kopi yang paling baik untuk dipanen adalah yang telah matang penuh, berwarna merah. Namun karena berbagai alasan, para...

Kopi, Kebutuhan atau Keinginan?

Mungkin untuk sebagian orang, Ngopi adalah suatu kebutuhan. Ngopi menjadi salah satu bagian di hidup mereka. So, pasti ada yang kurang kalo itu tidak dilakukan. Atau ada juga yang mungkin hanya di waktu-waktu tertentu mereka ingin menikmati Kopi, dan kalau memang itu tidak mereka lakukan pun tidak menjadi suatu masalah yang berarti untuk mereka. Beberapa hari lalu saya ngobrol warung kopi dengan beberapa teman mengenai hal tersebut, yang memang mereka adalah penikmat si Kopi, baik addict atau pun tidak. Terlepas dari jenis Kopi dan metode penyeduhan yang mereka nikmati, beragam pendapat yang ada tentang seberapa asik kah Kopi atau Ngopi? Ada di bagian manakah si Kopi dalam hidup Anda? Menjadi suatu kebutuhan atau suatu keinginan? @kennyekananda - Pengusaha muda, Mahasiswa. "Saya ada di tengah-tengah. Butuh... tapi kalo tidak ada pun hidup-hidup saja. Ya, memang kalau jalan agak miring 45°, tapi alhamdulillah masih hidup."  @bmbngrynt - Karyawan swasta, Mah...

7 Fakta tentang Espresso yang Perlu Diketahui Penikmat Kopi

Bagi Anda penikmat kopi, tentunya tidak asing dengan espresso. Tidak sedikit kopi blended yang dibuat menggunakan espresso sebagai dasarnya, mulai dari latte caffè, cappuccino, macchiato caffè, cafe mocha, atau caffè Americano. Espresso sendiri, merupakan kopi asal Italia yang lebih kental dan terkonsentrasi, serta kadar kafeinnya lebih tinggi karena volumenya yang lebih kecil. Cara membuatnya harus menggunakan mesin espresso, yakni dengan menekan bubuk kopi, semisal  kopi Gayo , yang sudah digiling halus dengan air mendidih. Dari espresso, deretan menu kopi blended dapat diracik Selain fakta itu, ada fakta menarik tentang espresso termasuk varian kopi turunannya, seperti yang dilansir dari Times of India berikut ini. Dibuat dengan mesin khusus Espresso hanya bisa dibuat menggunakan mesin khusus yang mampu memaksa sejumlah kecil air yang hampir mendidih dan uap ditekan ke bubuk kopi yang telah dipadatkan. Ini membuat espresso jauh lebih kental dari kopi yang diseduh ...